Memilih Mundur (dari) Pustakawan

Others Comments Off

Tak ada rasa penyesalan saat melangkah mundur (ke belakang) meninggalkan profesi keren bernama pustakawan. Cukup lama juga saya menggeluti profesi (langka) ini, ya 11 tahun 4 bulan. Bahkan konsekuensinya saya harus mendapatkan penurunan grading dari grading 8 ke grading 6, persis seperti permainan ular tangga.

Kenapa saya mememilih mundur?
Tenanglah kawan umat pustakawan, saya memilih mundur dari profesi ini salah satunya adalah karena tantangan zaman. profesi pustakawan di pemerintahan maupun swasta kini banyak tekanan, bahkan ada yang sudah mati karena dihantui setan disrupsi om Rhenald Khasali

Banyak orang yang berpikir bahwa hanya seorang pengecut yang memilih mundur ketimbang terus maju melangkah. Banyak persepsi aneh tentang bagaimana mengambil tindakan mundur itu adalah sesuatu yang salah. Padahal, mundur kadang menjadi alternatif paling tepat ketika melangkah maju bisa menyebabkan kegagalan

Mundur membuat saya dapat memikirkan cara-cara baru yang lebih efektif ketimbang terus maju tapi dengan membawa cara-cara kuno yang tidak bisa dipergunakan lagi. Mundur juga dapat membuat saya beristirahat sejenak dari problema ketimbang terus bersitegang dengan urat syaraf hanya karena sebuah keegoisan untuk tidak mau mundur dari masalah.

“Mundurlah ketika kamu merasa membutuhkan mundur, dan majulah ketika kamu sudah kembali siap”

Mundurlah ketika kamu merasa kondisi membuat kamu tertekan, dan majulah ketika keadaan membuatmu tenang untuk jernih mengambil tindakan

Author

Back to Top